Sharing Alumni MAN 15 Jakarta di Masa Pandemi

31
Salah satu alumni memaparkan info seputar kampus.

BK (Bimbingan Konseling) MAN 15 kembali mengadakan Sharing Alumni secara virtual di masa pandemi tahun pelajaran 2021-2022. “Kegiatan ini sudah diadakan dari setahun lalu via zoom dihadiri peserta didik kelas 12, tapi di tahun ini dengan kuota zoom yang memadai dapat diikuti peserta didik kelas 10 dan 11,” ujar guru BK. Kegiatan Sharing Alumni tahun pelajaran 2021-2022 ini sudah dua kali diadakan di hari Sabtu, 11 dan 18 Desember, dari pukul 09.00 s.d. 11.00WIB dikoordinir oleh guru BK.   

Alumni-alumni tersebut di antaranya mahasiswa dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, Poltekkes Jakarta, PTN UPI Bandung, UNJ Jakarta, dan Itera Lampung.

Di antara alumni-alumni tersebut merupakan mahasiswa berprestasi seperti:

  1.  Fadhlan Raihan—Animasi Polimedia Kreatif Jakarta—lolos tim PKMV (Program Kewirausahaan Mahasiswa Vokasi) tentang sablon polyflex, Ka Divisi PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) HIMA (Himpunan Mahasiswa) Animasi, Ka Divisi Humas Komunitas Bidikmisi 2021;
  2. Andreano Ariel Mohammad Akbar—Teknik Grafika Polimedia Kreatif Jakarta—sebagai Duta Kampus 2021-2022, Ketua Komisi IV MPM (Majelis Permusyawaratan Mahasiswa) Polimedia bidang Legislasi dan Yudikatif, anggota Humas Komunitas Bidikmisi 2021, finalis Pilmapres (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) Kampus Polimedia;
  3. Anggoro Sujianto—Teknik Grafika—anggota Divisi Kerohanian Hima Teknik Grafika Kemasan 48 tahun 2021. 
Andreano Ariel Mohammad Akbar—Teknik Grafika Polimedia Kreatif Jakarta

Kegiatan berbagi dari alumni yang diterima di PTN baik jalur SNMPTN maupun UTBK ini memberi gambaran bagaimana menjalani kehidupan di kampus, info seputar kampus, macam-macam prodi dan mata kuliahnya, keahlian yang didapat, jalur seleksi masuk, biaya kuliah dan beasiswa. Juga menceritakan pengalaman pribadi yang menyentuh, menghadapi polemik hidup yang nyatanya tidak selalu lurus, bekerja freelance atau berjualan di kampus untuk mendapat uang saku tambahan bukan berarti seenaknya mengabaikan tugas kuliah dan tidak menunaikan kewajiban yang harus dilakukan layaknya penerima beasiswa.

Tak lupa memberi saran agar adik kelas sudah mantap dalam menentukan kampus pilihannya, memilih prodi/jurusan berdasar passing grade, keketatan persaingan peminat, daya tampung, dan bakat minat berdasar nilai yang tertera pada raport sehingga  pengambilan jurusan tidak secara asal atau hanya sekadar menuruti pendapat orang lain karena hal itu akan berkaitan dengan kenyamanan dan/atau prestasi dalam berkompetisi yang didapat selama kuliah.

Kegiatan ini dinilai bermanfaat seperti yang diungkap salah satu peserta didik, “Kegiatan ini sesuai dengan ekspektasi saya, sangat informatif, jadi tahu sedikit banyak tentang universitas yang memang banyak dari kita ingin masuk ke sana,” ungkap Siti Hasna dari XII IPA 3 yang berharap bisa tembus Psikologi Saintek Universitas Padjajaran Bandung. (FN)