JAKARTA (Humas 15) — Sekolah MAN 15 Jakarta yang ada di Jakarta Timur, tepatnya di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas tak ingin kalah dengan sekolah lainnya yang lebih maju di Prov. DKI Jakarta. Untuk penilaian akhir Semester Ganjil.6/12

Penialain tersebut masih menggunakan papper bast test (PBT) siswa dalam mengikuti ujian semester, ditempuh karena rencana awalnya menggunakan komputer, namun karena komputer sangat terbatas (kurang) dan proses update. maka ditempuh dengan cara menggunakan PBT, walau masih menggunakan cara lama namun harapanya semoga hasilnya baik dan sesuai harapan.

Pelaksanaan ujian menggunakan papper bast test ini, sangat simpel sudah terbiasa dilaksanakan. Walau harusnya sudah harus mengikuti perkembangan teknologi. Setiap  siswa dalam mengikuti penilaian akhir semester tersebut, wajib hadir di sekolah jam 06.30 dan berakhir pada pukul. 14.00.

“Kekurangan menggunakan PBT ini, sangat kurang efektif dan efesien dan membutuhkan biaya cukup mahal. Seharusnya perkembangan teknologi ini membawa dampak perubahan secara positif dalam setiap bidang-bidang, termasuk cara mengambil nilai kegiatan belajar siswa. Menurut Asbulloh, seperti dalam konsep Sosiologi ‘dalam terori perubahan sosial teknologi’.etc

Namun selain memiliki nilai kekurangan dalam PBT, tetapi juga memiliki “kelebihan dengan pola ini, yaitu dengan penggunaan ujian PBT ini, siswa bisa langsung melihat dan membaca berulang-ulang tanpa mengalami kendala dalam login (jika menggunakan CBT) walau positifnya jika menggunakan komputer pekerjaannya saat selesai bisa langsung diketahuinya. Meski demikian tetap memiliki  kekurangan terutama kendala jaringan saat proses terhubung keserver,” terang Asbulloh

Menurut Panitia Ujian Semester, Erna Wulandari, M. Si, “bahwa walaupun memiliki kekurangan namun siswa terlihat senang dan antusias dalam mengerjakan soal ujian, sekaligus dapat melatih siswa menghadapi perkembangan IT saat ini.”

Penulis: Asbulloh
Editor: Erna Wulandari